American Pie
Sep 1, 2008 Histories
Kadang-kadang saya suka iseng mencari informasi di internet. Hal-hal yang unik dalam sejarah sering menjadi perhatian utama saya. Beberapa hari yang lalu misalnya – saya menemukan sebuah fakta yang menarik di balik penciptaan lagu “American Pie”. Anda tahu lagu itu? Mungkin lebih familier dengan versi baru yang dinyanyikan Madonna ya, tapi sebenarnya lagu ini diciptakan oleh Don McLean sekitar awal 70-an dan bisa dibilang menjadi ‘lagu wajib’ bagi musisi Amrik.

Sejak awal saya selalu menganggap lagu American Pie punya lirik yang aneh – ternyata memang lagu yang cukup lama durasinya ini konon menceritakan kisah perjalanan Rock N Roll jaman 60-an menurut pandangan Don McLean – bukan menceritakan resep kue pie khas Amrik tentunya. Interpretasi lirik lagu ini sendiri sering diperdebatkan oleh para pengamat lirik karena bias dan menimbulkan banyak arti.
Nah, dengan semangat Robert Langdon sang pelacak misteri karangan Dan Brown, saya nguprek-uprek internet untuk mencari pencerahan.
Secara terbuka Don McLean mengakui kalau lagu “American Pie” ditulisnya sebagai persembahan untuk Buddy Holly, musisi berbakat yang tewas mengenaskan karena kecelakaan pesawat. Buddy Holly adalah panutan generasi berikutnya seperti John Lennon dan Paul McCartney.
Oke, kita mulai dari kalimat pembuka:
A long, long time ago…
Album yang memuat lagu ini muncul pada tahun 1971 dan American Pie berkuasa menjadi lagu nomor satu di Amrik pada tahun 1972. Namun kisah yang diangkat oleh Don McLean dalam lagu ini berawal dari kematian Buddy Holly pada tahun 1959. A long, long time a go.
I can still remember how
That music used to make me smile.
And I knew if I had my chance,
That I could make those people dance,
And maybe they’d be happy for a while.
Pada awal kemunculannya Rock N Roll adalah aliran musik yang diciptakan sebagai musik dansa yang agresif dan digunakan untuk mengiringi berbagai perhelatan. Don McLean ingin menciptakan lagu yang seperti itu.
But February made me shiver,
Buddy Holly yang dianggap sebagai salah satu pembaharu Rock N Roll tewas karena kecelakaan pesawat pada tanggal 2 Februari 1959 di Iowa. Pesawatnya yang baru saja lepas landas terbanting tidak jauh dari bandara karena buruknya badai salju. Selain Buddy Holly, dua musisi yang tengah naik daun juga meninggal dunia dalam kecelakaan yang sama, mereka adalah Ritchie Valens (kisah tentangnya bisa disaksikan dalam film La Bamba) dan JP “The Big Bopper” Richardson yang malam sebelumnya sepanggung dengan Holly. Berita tentang kecelakaan ini menyebar tanggal 3 Februari 1959.
With every paper I’d deliver,
Sebelum menjadi musisi, pada masa kecilnya Don McLean pernah menjadi seorang pengantar koran.
Bad news on the doorstep…
I couldn’t take one more step.
I can’t remember if I cried
When I read about his widowed bride
Istri Buddy Holly tengah mengandung ketika kecelakaan itu terjadi, ia kemudian menderita keguguran.
But something touched me deep inside,
The day the music died.
So…
Bye bye Miss American Pie
Tragedi yang merenggut nyawa Holly, Valens dan The Big Bopper kemudian dikenal dengan sebutan ‘The Day The Music Died’. Sedangkan Miss American Pie yang dimaksud pada bait di atas konon adalah sandi dari ‘musik Rock N Roll’.
Drove my Chevy to the levee but the levee was dry
Them good ol’ boys were drinkin whiskey and rye
Singing “This’ll be the day that I die,
This’ll be the day that I die.”
Kata-kata “This’ll be the day that I die” diambil dari lagu hit yang muncul pada awal karir Holly yang berjudul “That’ll Be The Day”.
Did you write the book of love,
And do you have faith in God above,
If the Bible tells you so?
Now do you believe in rock ‘n roll?
“The Book of Love” adalah lagu milik The Monotones yang menjadi hit pada tahun 1958. The Lovin’ Spoonful mengeluarkan hit “Do You Believe In Magic” yang menjadi hit pada tahun 1965. Lagu ini memuat kalimat ‘Do you believe in magic?’ dan ‘It’s like trying to tell a stranger ’bout rock and roll.’
Can music save your mortal soul?
And can you teach me how to dance real slow?
Well I know you’re in love with him
‘Cause I saw you dancing in the gym
You both kicked off your shoes
Man, I dig those rhythm ‘n’ blues
Sebagai musik dansa dansi di akhir 50-an, ada bagian dari musik Rock N Roll yang menyediakan ‘ruang’ untuk berdansa lembut. Bagian ini hilang di perkembangan Rock N Roll di kemudian hari. Ketika pemuda pemudi jaman itu berdansa di ‘ruang olahraga sekolah’ – biasanya lapangan basket – mereka yang mengenakan sepatu kulit dan sepatu karet akan melepaskan sepatu mereka karena sepatu kulit akan merusak permukaan kayu lapangan basket dan sepatu karet tidak nyaman digunakan untuk berdansa.
Rhythm N Blues adalah aliran musik ‘baru’ di era 50-an, aliran yang sebelumnya merupakan musik bagi kaum kulit hitam dan dikenal dengan nama ‘Race Music’ mulai masuk ke chart dan mendapatkan pengakuan walau harus dinyanyikan oleh penyanyi kulit putih. Baru pada tahun 1955 Fats Dominos dan Little Richards mendobrak kebiasaan ini dengan mengeluarkan album mereka. Aliran ini ditambah dengan sedikit country menjadi pengaruh utama musik Buddy Holly.
I was a lonely teenage broncin’ buck
With a pink carnation and a pickup truck
But I knew that I was out of luck
The day the music died
I started singing…
“A White Sport Coat (And a Pink Carnation)” adalah lagu hit Marty Robbins di tahun 1957 sedangkan truk pickup adalah lambang kemandirian dan kejantanan (terutama di Texas) pada era itu.
Now for ten years we’ve been on our own
Lagu ini ditulis sekitar 10 tahun setelah tragedi terjadi.
And moss grows fat on a rolling stone
Bagi para pengamat lirik, konon bait ini agak membingungkan – karena bisa diinterpretasikan berbeda. Yang dimaksud ‘rolling stone’ bisa berarti langsung merujuk ke Rolling Stones-nya Mick Jagger yang sempat dibenci karena berpindah kewarganegaraan hanya untuk menghindari pajak atau bisa juga merujuk ke Bob Dylan yang memiliki hit berjudul ‘Like A Rolling Stone’. Dylan memilih menjadi ‘orang rumahan’ dan produktif menulis lagu-lagu bertema cinta dan kasih sayang keluarga. Ia tidak melakukan tur dari tahun 1966 hingga tahun 1974 dan keputusannya ini mengecewakan penggemarnya yang lebih menyukai Dylan yang kritis pada kondisi dunia dan kemanusiaan.
But that’s not how it used to be
When the jester sang for the King and Queen
Bait ini juga memiliki dua artian berbeda. The Jester yang dimaksud di atas adalah Bob Dylan, sedangkan yang dimaksud King and Queen ini yang agak bias. The King of Rock and Roll tak lain dan tak bukan adalah Elvis Presley. Nah, siapa Queen-nya? Connie Francis? Little Richards?
Bait ini juga bisa merujuk ke sejarah lain – yaitu ketika Bob Dylan menyanyi di hadapan publik yang menonton pidato hak asasi manusia yang digelar Martin Luther King dan dihadiri oleh ‘The King and Queen of Camelot’ – John F. Kennedy dan istrinya, Jackie.
In a coat he borrowed from James Dean
James Dean adalah aktor muda berbakat natural yang tewas mengenaskan karena kecelakaan mobil. Dalam film yang rilis setelah kematiannya – ‘The Rebel Without A Cause’, James Dean mengenakan jaket merah yang kemudian menjadi legendaris. Konon seminggu setelah film itu diputar, semua toko di Amrik kehabisan stok jaket merah karena terjual habis. Bob Dylan mengenakan jaket yang mirip pada albumnya ‘The Freewheelin’ Bob Dylan’.
And a voice that came from you and me
Oh, and while the King was looking down
The jester stole his thorny crown
The Jester adalah Bob Dylan – ia menggantikan sang raja yang mulai turun popularitasnya. Sang raja, yang ini jelas – adalah Elvis Presley.
The courtroom was adjourned,
No verdict was returned.
And while Lennon read a book on Marx,
The quartet practiced in the park
And we sang dirges in the dark
The day the music died.
John Lennon sang pentolan The Beatles konon memang membaca buku-buku Karl Marx, tapi menariknya – kalimat di atas bisa diplesetkan menjadi ‘Lenin read a book on Marx’.
Helter Skelter in a summer swelter
‘Helter Skelter’ adalah lagu The Beatles yang muncul di White Album, lagu ini konon mengilhami Charles Manson dan kelompoknya melakukan pembunuhan sadis terhadap Sharon Tate, istri Roman Polanski saat itu dan keluarga LaBianca pada sebuah acara pesta.
The birds flew off with the fallout shelter
Eight miles high and falling fast
It landed foul on the grass
Lagu ‘Eight Miles High’ milik The Byrds yang masuk dalam album ‘Fifth Dimension’ yang keluar tahun 1966 adalah salah satu lagu yang terkena larangan karena adanya unsur obat-obatan terlarang dalam liriknya. Bahkan salah satu personilnya ditangkap karena membawa-bawa marijuana.
The players tried for a forward pass
With the jester on the sidelines in a cast
Pada tanggal 29 Juli 1966, Bob Dylan mengalami kecelakaan motor yang mengharuskannya beristirahat selama 9 bulan.
Now the halftime air was sweet perfume
While sergeants played a marching tune
We all got up to dance
Oh, but we never got the chance
‘Cause the players tried to take the field,
The marching band refused to yield.
Do you recall what was revealed,
The day the music died?
Sweet perfume? Drug, dude. Sergeants played a marching tune? The Beatles mengeluarkan album berjudul ‘Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band’. No chance to dance? Konser The Beatles di Candlestick Park pada tahun 1966 hanya berlangsung selama 35 menit.
And there we were all in one place
A generation lost in space
Woodstock.
With no time left to start again
So come on Jack be nimble Jack be quick
Jack Flash sat on a candlestick
‘Cause fire is the devil’s only friend
‘Jumpin Jack Flash’ milik Rolling Stones dirilis bulan Mei 1968, ‘Sympathy for The Devil’ juga lagu milik Rolling Stones.
And as I watched him on the stage
My hands were clenched in fists of rage
No angel born in hell
Could break that satan’s spell
And as the flames climbed high into the night
To light the sacrificial rite
I saw satan laughing with delight
The day the music died
Ketika sedang melakukan konser di Altamont Speedway pada tahun 1968, Rolling Stones menunjuk beberapa anggota gang motor Hell’s Angel sebagai penjaga keamanan. Kesalahan besar. Para penjaga keamanan ini memukuli dan menusuk seorang pemuda bernama Meredith Hunter hingga tewas di dekat panggung.
I met a girl who sang the blues
And I asked her for some happy news
But she just smiled and turned away
Gadis ini adalah Janis Joplin, yang meninggal karena overdosis heroin pada tanggal 4 Oktober 1970.
I went down to the sacred store
Where I’d heard the music years before
But the man there said the music wouldn’t play
And in the streets the children screamed
The lovers cried and the poets dreamed
But not a word was spoken
The church bells all were broken
And the three men I admire most
The Father Son and Holy Ghost
They caught the last train for the coast
The day the music died
Tiga ‘entitas tinggi’ yang mencapai ‘tujuan’ dengan ‘kereta terakhir’? Siapa? Elvis Presley – Buddy Holly – Hank Williams? Buddy Holly – Ritchie Valens – The Big Bopper? Atau JFK – Bobby Kennedy – Martin Luther King?
Hmm…
I have no idea.
Sampai saat ini Don McLean menolak menceritakan kisah sesungguhnya dari lirik-lirik American Pie. Ia menganggap bahwa lagu itu diciptakan oleh misteri. Ketika ditanya apa arti dari American Pie – McLean menjawab American Pie artinya dia bisa duduk dengan tenang sementara lagunya menjadi hit dan ia memperoleh penghasilan dari royalti. Heheheh.
50 tahun sejak musibah kecelakaan yang merenggut nyawa tiga musisi berbakat di Amrik pada malam badai salju Februari 1959, Hollywood siap memperkenalkan mereka kembali dengan memproduksi film “The Day The Music Die” yang kabarnya akan rilis tahun 2009. Setelah “The Buddy Holly Story” dan juga “La Bamba” yang menceritakan Ritchie Valens, kini giliran JP “The Big Bopper” Richardson yang akan diceritakan dalam film tersebut.
Oh ya, satu lagi – anda kenal lirik ini?
Strumming my pain with his fingers
Singing my life with his words
Killing me softly with his song
Killing me softly… with his song
Telling my whole life with his words
Killing me softly… with his song
I heard he sang a good song, I heard he had a style
And so I came to see him, and listen for a while
And there he was, this young boy, a stranger to my eye
Hohoho, kebangeten kalo gak tau ya, “Killing Me Softly” pernah menjadi nomer satu di Amrik ketika dipopulerkan oleh Roberta Flack atau ketika dicover oleh Lauryn Hill dan The Fugees tahun 1996. Lagu ini digubah oleh Charles Fox dan Norman Gimbel berdasarkan puisi Lori Lieberman berjudul “Killing Me Softly With His Blues”. Walaupun masuk ke album Lori pada tahun 1971, versi Roberta Flack tahun 1973-lah yang melambung ke peringkat atas musik Amrik bahkan meraih penghargaan Grammy Awards.
Suatu hari di akhir dekade 60-an Lori Lieberman sedang menikmati suasana di Troubadour Club di Los Angeles ketika seorang pemuda tak dikenal naik ke atas panggung dan mulai menyanyikan lagu “Empty Chairs”. Lori terpana. Ia yang terbiasa mencurahkan perasaan melalui puisi mulai menulis di atas saputangan saat itu juga. “Saya terpukau,” katanya, “saya tidak mengenal pemuda ini sebelumnya, tapi begitu dia melangkah ke atas panggung dan memetik gitar, dia seakan mengenal saya dengan baik, menceritakan kisah hidup saya dan menyanyikan lagu itu untuk saya.”
Begitulah awal mula kisah lagu “Killing Me Softly”.
Nama pemuda tak dikenal yang membuat kagum Lori malam itu?
Don McLean.
Until next time.
Always shaven. Pie.
Sumber: Wikipedia, artikel Rich Kulawiec, Straight Dope dan beberapa sumber lain yang lupa ditulis. Mohon maaf sebesar-besarnya.
PS: Tambahan lagi. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf lahir batin.
