Week of Floor Sleep
Jul 23, 2008 Rumbles
Seminggu yang lalu hampir tiap malam saya ngeloni Bapak Mertua.
Heh! Jangan salah paham dan berpikiran yang iya-iya dulu!
Ngeloni di sini artinya nemenin jaga buat beberapa hari berhubung beliau diopname di rumah sakit. Hari Kamis dua minggu yang lalu kesehatan Bapak yang sudah hampir sebulan ambruk karena penyakit lamanya kambuh ternyata tambah parah, sehingga harus dibawa ke rumah sakit dan eng ing eng, memang harus opname dan dioperasi secepatnya.
Bapak Mertua – atau lebih enaknya saya panggil saja dengan nickname ‘Kanjeng Romo’ supaya lebih akrab – menderita penyakit hernia. Dengan wajah meyakinkan dan pandangan mata tajam saya mengangguk-angguk sok tahu ketika diberitahu istri saya tentang penyakit yang diderita Kanjeng Romo – walaupun dalam hati pengen segera membuka Wikipedia untuk cari tahu apa itu hernia. Awalnya saya kira ada hubungannya dengan tumbuh-tumbuhan, tapi langsung digetok di ubun-ubun, itu sih herbal, ya… bukan hernia! Hihihi, jauh yah?
Selidik punya selidik, ternyata hernia adalah penyakit yang berhubungan dengan ‘tutung’. Hoyoh to ~ apa itu tutung? Itu istilah keponakan saya si Oncen yang masih berumur 2 tahun untuk man’s vital part alias saluran pipis.
Hernia atau turun berok selama ini lebih dikenal sebagai penyakit pria, karena hanya kaum pria yang mempunyai bagian khusus dalam rongga perut untuk mendukung fungsi alat kelaminnya. Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia dapat dibedakan menjadi hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (akuisita). Sedangkan menurut letaknya, hernia dibedakan menjadi hernia inguinal, umbilical, femoral, diafragma dan masih banyak lagi nama lainnya.
Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia yaitu usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar. Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan terasa nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Infeksi akibat hernia menyebabkan penderita merasakan nyeri yang hebat, dan infeksi tersebut akhirnya menjalar dan meracuni seluruh tubuh. Jika sudah terjadi keadaan seperti itu, maka harus segera ditangani oleh dokter karena dapat mengancam nyawa penderita.
Hernia dapat terjadi pada semua umur, baik tua maupun muda. Pada anak-anak atau bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.
Tekanan dalam perut yang meningkat dapat disebabkan oleh batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostat pada pria, serta orang yang sering mengangkut barang-barang berat.
Penyakit hernia akan meningkat sesuai dengan penambahan umur. Hal tersebut dapat disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena adanya penyakit yang menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat.
Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.
Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh.
Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi. Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi.
Keterangan di atas diambil dari sini
Setelah Kanjeng Romo mendaftar untuk opname dan dipastikan masuk ke bangsal yang berisikan empat punggawa lain yang menderita sakit, maka tugas berikutnya adalah mencari bidak yang akan dikorbankan untuk berjaga malam.
Hari pertama opname tidak ada kontestan yang mencalonkan diri untuk menjadi petugas jaga. Denmas Kurawa (semua nama di blog ini sengaja diubah) kakak ipar saya mengaku enggan karena seumur hidupnya tidak pernah tidur di rumah sakit dan tidak mau merusak rekor MURI-nya tersebut. Yang cewek-cewek juga tidak mungkin jaga malam karena paginya harus ngurusin rumah atau kerja dan bergantian jaga siang sampai sorenya. Sementara adik ipar saya Si Bagong sudah buru-buru pamit karena ada urusan dengan Dewan Perwakilan Rakyat RT untuk membicarakan kelanjutan sinetron Cinta Fitri Season 2.
Karena semua berhalangan, saya yang mendapat penghargaan mantu pinilih of the year memutuskan untuk mengajukan diri sebagai kandidat utama malam pertama. Untuk memilih saya saat itu cukup mengetik Reg (spasi) Mantu kirim ke 9877. Hasilnya tentu saja sukses besar. Malam itu saya didaulat untuk menjaga Kanjeng Romo sementara Denmas Kurawa akan menyusul dan masuk sebagai pemain pengganti. Walaupun badan capek dan pikiran sudah ngeloyor karena seharian bekerja, sang mantu pinilih ini menggelontor di bawah tempat tidur Kanjeng Romo untuk menikmati malam beralaskan ubin.
Beruntung juga saya sudah capek malam itu, karena hanya dengan beberapa kali klipuk sana klipuk sini sudah mampu melemparkan khayalan dan terbang ke dunia mimpi untuk menemui Carmen Electra. Denmas Kurawa akhirnya memang datang untuk memberikan kasur lipat, tapi dia langsung kabur dan pilih tidur di kursi panjang yang ada di depan bangsal. Weladalah, Denmas Kurawa ini mau nemenin jaga atau ngelonin Pak Satpam?
Pagi harinya Kanjeng Romo dioperasi. Karena saya harus bekerja maka istri saya yang melaporkan pandangan mata melalui sms. Setelah dioperasi baru diketahui beberapa penyakit yang diderita Kanjeng Romo. Ternyata bukan main-main, beliau kena hattrick. Kanjeng Romo tidak saja kena hernia, namun ada juga usus buntu dan masih ditambah angkat tumor pula. Wah wah, sakitnya pasti luar biasa.
Alhamdullilah, operasi berlangsung dengan sukses.
Karena bekas operasi tidak mungkin sehari jadi seperti halnya menambal celana jeans bolong dan Kanjeng Romo harus melanjutkan opnamenya selama beberapa hari lagi, tugas jagapun kembali dilelang. Semuanya langsung buru-buru. Buru-buru menolak maksudnya, hehehe. Sekali lagi plot hari pertama diulang, saya dan Denmas Kurawa yang berjaga. Itu artinya saya tidur di bawah tempat tidur Kanjeng Romo sementara Denmas Kurawa akan menyusul malamnya untuk ngeloni Pak Satpam.
Di hari ketiga formasi diubah karena Denmas Kurawa kangen dengan sinetron Cinta Fitri Season 2. Kali ini Si Bagong yang dipaksa diminta untuk menemani saya. Berbeda dengan Denmas Kurawa yang lebih menyayangi Pak Satpam, Si Bagong mau nggelontor di samping saya di bawah tempat tidur Kanjeng Romo. Malamnya kami berdua adu ngorok untuk membuktikan siapa pengganggu pasien tidur nomer satu di rumah sakit.
Cilakanya setelah tiga hari tidur eksklusif, saya masuk angin dan diare dengan sukses. Untuk dua malam berturut-turut saya tidur di rumah karena penyakit kelas atas tersebut, kebetulan itu hari sabtu dan minggu, jadi dua hari itu saya bisa istirahat total. Konon dua malam itu Denmas Kurawa berjaga sendirian di rumah sakit, tapi seperti biasa, karena masih menyayangi Pak Satpam, Denmas Kurawa baru masuk ke dalam dan tidur nggelontor di bawah Kanjeng Romo mulai jam dua pagi setelah sebelumnya ngeloni Pak Satpam.
Dua hari sembuh dari in the wind alias masuk angin, saya kembali didaulat untuk berjaga. Tapi malam pertama kembali berjaga saya cuma sendirian karena Denmas Kurawa mengutarakan alasan-alasan yang saya sendiri sudah lupa, sementara Si Bagong mengutarakan alasan-alasan yang orang serumah lupa. Hehehe. Untung untuk dua hari berikutnya Si Bagong mau nemenin saya berjaga sementara Pak Satpam nelangsa karena ditinggal Denmas Kurawa.
Di hari kedua saya tidur nggelontor dengan Bagong, dia pamit jalan-jalan dengan orang sebelah untuk cari minuman anget. Karena mata sudah tidak mau diajak kompromi dan paginya saya harus kerja, maka saya tinggal tidur saja.
Anehnya, ketika dalam mimpi saya Carmen Electra sudah bersiap menggoyang pinggul untuk menjereng pakaian (what? Is there any sexier performance?) saya mencium bau-bauan aneh seperti terasi. Awalnya saya kira itu istri saya yang menggoreng sendal jepit. Tapi saya lalu sadar, ini kan bukan di rumah! Sendal jepit di rumah sudah habis digoreng! Saya pun membuka mata dengan berat untuk menemui apa yang sekiranya menimbulkan bau-bauan ajaib itu.
Mblugenyah! Lha kok jebulnya kaki si Bagong!
Langsung saja bangunlah saya dengan tiba-tiba. Ndak bener ini, ndak bener! Dikira apaan jebulna jempol kaki. Pantes aja baunya kayak cecak kejepit pintu. Woalah, ternyata karena Bagong tidur dengan posisi terbalik hidung saya tepat mengendus jempolnya yang nggak ada seksi-seksinya. Untung saja saya nggak pingsan dengan sukses.
Alhamdullilah, paginya Kanjeng Romo sudah diperbolehkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan. Bagi saya sendiri, setidaknya saya bisa kembali merasakan empuknya kasur busa kredit tiga kali bayar di rumah dan ngeloni istri saya.
Welcome home, Kanjeng Romo. Semoga sehat selalu.
Until next time.
Always shaven. Home.
The Do’s at Spare Times
Jul 21, 2008 Rumbles
What to do?
Sore hari atau weekend bisa digunakan untuk bersantai-santai sambil beristirahat setelah seharian atau seminggu penuh bekerja. Apa yang anda lakukan untuk mengisi waktu senggang itu?
Jawaban pertama untuk saya adalah main game. Football Manager 2007 masih tak terkalahkan dan menjadi yang nomor satu. Sejak dulu saya menggemari game yang tiap tahun muncul ini bahkan ketika namanya masih Championship Manager (CM memang masih ada karena perpecahan pengembang (Sports Interactive) dan produsen game (Eidos), SI kini gabung ke SEGA dan melanjutkannya dengan judul FM). Bahkan saya belum tertarik untuk update dengan menginstall seri terbaru saking masih getolnya main FM2007 yang adiktif. Toh saya tidak begitu terpengaruh dengan update pemain di seri 2008, walaupun akhir-akhir ini saya juga tergoda untuk mencicipi FIFA Manager 2007 keluaraan EA Sports (ya, lagi-lagi versi 2007 – bukan 2008, karena takut mengatasi spesifikasi kebutuhan program yang makin hari makin nggilani).
Menonton televisi adalah alternatif lain. Menonton film kartun atau anime juga jauh lebih santai ketimbang mengikuti persidangan Maia dan Dhani yang gak selesai-selesai di acara ‘Ini Seret Investigasi’ atau infotainment lain yang mengharuskan presenternya memonyong-monyongkan bibir. Menonton anime One Piece yang diputar tiap sore di Global TV misalnya, walaupun dari segi popularitas ‘terganggu’ oleh Naruto dan Bleach, tapi serial ini sungguh sangat menarik dengan gayanya yang khas. Saya lebih suka lelucon-lelucon super edan garapan Eichirou Oda sensei dengan tokoh-tokoh berbentuk tragisnya daripada gaya Naruto yang makin hari makin serius. Bagi saya, rombongan bajak laut Topi Jerami yang ancur lebur jauh lebih menarik daripada rombongan ninja sok cool dan dewa kematian amatir. Sayang kualitas dubbing di Indonesia ancur – dan dengan dubbing yang acak adul, para dubber itu sukses menghancurkan One Piece. Please deh.
Naruto vs One Piece memang pertarungan yang seru, keduanya punya fans masing-masing, seperti Linux vs Windows, AMD vs Intel, Yahoo vs Google, Dewi Persik vs Syaiful Djamil, Pamela Anderson vs Asosiasi Pabrik Susu Sapi, semua punya pendukung yang setia. Walaupun saat ini bisa dibilang masa jayanya Naruto, kesetiaan saya pada Monkey D. Luffy dan kawan-kawan tak tergoyahkan. Hehehe. Ketertarikan saya pada One Piece dimulai ketika membaca manganya. Sampai saat ini, manga One Piece masih terjaga kualitas gambar dan adegannya (atau setidaknya begitu menurut saya). Gambarnya penuh mengisi panel dan walaupun kadang terlihat ruwet namun detailnya masih konsisten, termasuk untuk background, bandingkan dengan Naruto yang sepertinya mengalami penurunan kualitas di manganya (tapi lagi-lagi ini menurut saya lho).
Tontonan lain yang menarik buat saya mungkin sinetron Suami-Suami Takut Istri. Jangan salah, saya ini anti sekali nonton sinetron lokal – apalagi stripping maut ala “Kasih”, “Cinta Indah”, “Cinta Fitri Season 2” (Ini lagi! Sok ikut-ikut serial luar pake tambahan ‘season’ segala, kenapa sih gak disebut “Cinta Fitri 2” aja? Atau kalau boleh usul, coba pake judul “Cinta Fitri Seri Dua Yang Mana Daripada Mencari-cari Bahan Cerita Supaya Bisa Dipanjang-panjangin”).
Omong-omong, btw saja, ini gak ada hubungannya sama bahasan di atas sih, tapi pernah gak anda sekali waktu melirik sinetron kejar tayang dan benar-benar memperhatikan adegannya? Ada beberapa kesamaan dalam sinetron-sinetron itu yang kalau diperhatikan lucu dan wagu. Ini misalnya: Ketika aktor dan aktris yang katanya berbakat dan mampu menjiwai peran-perannya itu sedang menunjukkan aktingnya, mereka selalu mendapat porsi zoom dari kamera hingga akan selalu diperlihatkan dari pinggang ke atas atau bahkan sering sekali zoom dari dada ke atas (jawaban ilmiahnya tentu supaya ngirit ongkos produksi agar aktor dan aktris yang sangat berbakat itu tidak perlu ketemu di lokasi shooting dan tidak perlu masuk dalam satu frame yang sama, tapi bisa disatukan dalam satu adegan. Kan bisa ngirit waktu dan uang sekaligus ngejar setoran).
Nah, mungkin karena sering tidak berada dalam satu frame yang sama, sinetron-sinetron itu sering sekali mempertemukan karakter-karakter yang sedang melakukan percakapan serius dengan posisi kedua tokoh sedang berdiri dan saling berhadapan. Tolong kata berdiri digarisbawahi. Ya… berdiri. Karena sepertinya kursi tidak laku di dunia sinetron. Mereka lebih suka dan gemar sekali bercakap-cakap sambil berdiri. Sangat jarang ada adegan para tokoh ketemuan sambil duduk – pasti selalu berdiri. Masuk ke rumah – ketemu lawan main – ngoceh – zoom kaget – keluar. Masuk ke kamar – ketemu lawan main – ngibul – zoom wajah licik – keluar. Tidak ada adegan duduk di kursi. Tidak ada “Mari silahkan duduk, ada perlu apa ya?” Atau “Duduk dulu yuk, ada yang bisa dibantu?”. Heh. Those sinetron. Really.
Kembali ke Suami-Suami Takut Istri, denger-denger sinetron ini diprotes yah? Kenapa? Karena ngajarin jelek istri-istri supaya berani dan kurang ajar sama suami? Masa sih? Apa bukan karena otak penontonnya yang gak bisa menerima hiburan santai? Terus kita disuruh nonton apa dong? Ini bukan masanya lagi main breidel, kalau memang gak suka sama satu acara, ya jangan nonton! Cari remote anda, pencet channel lain, beres deh! Hehehe, gitu aja kok repot. Biarkan saya menonton Mbak Preti… eh maksud saya… sinetron ini dengan santai! Bahkan kalau menurut saya, sitkom Suami-Suami Takut Istri ini jauh lebih seru ketimbang Bajaj Bajuri dan OB. Karena di sinetron inilah saya bisa tertawa lepas tanpa perlu dipandu oleh suara ngakak berbarengan yang ada di latar belakang padahal gak ada momen lucu. Oke deh, mungkin Suami-Suami Takut Istri tidak sesempurna itu, tapi ya lumayanlah dibanding nonton sinetron kejar tayang.
Alternatif lain saya untuk mengisi waktu senggang adalah dengan menulis cerita – walaupun untuk yang satu ini dibutuhkan mood yang benar-benar pas. Gak tau kenapa, tapi mood saya untuk menulis cerita benar-benar anjlok ke posisi terbawah beberapa bulan terakhir ini, gak mampu sedikitpun membayangkan mau menulis cerita apa. Tapi yang namanya hobby, pasti dicariin waktu.
Tapi itu saya. Apa kegiatan anda mengisi waktu luang?
Until next time.
Always shaven. Stripping.
If You Build It He Will Come
Jul 12, 2008 Rumbles
Huhuy, akhirnya kesampaian juga keinginan punya domain + hosting blog sendiri, gak nebeng blogspot ato wordpess lagi. Setelah mencari-cari alamat domain yang diperkirakan cucok bo, akhirnya dapet shavens.com. Hohoho, emang sih ada tambahan s di belakang shaven, tapi lumayanlah – mepet-mepet dikit walo kesannya maksa. Domain diambil di lokasi obral domain di Jogja yang dijaminmurah dan hosting masih nebeng di VPS-nya GrowURL.
Untuk blog, skrip Wordpress adalah yang terbaik – downloadnya enteng, instalasinya gampang, prosesnya mudah, biayanya gratis, templatenya seabrek, pluginnya banyak, tadi udah bilang gratis belum? Hihihi. Wordpress yang open source juga punya dukungan tim pengembang yang selalu memperbaharui fasilitasnya dan yang paling penting gratis. Hehehe. Diulang mulu ya. Tapi heran juga tuh ama pengembangnya, program segini hebat kok digratisin, dapet untung dari mana. Wisbenlah, pokoke top markotop.
Setelah proses instalasi yang dibanggakan oleh Wordpress dan katanya cuma membutuhkan waktu lima menit untuk menjadi blog yang berdayaguna bagi nusa dan bangsa serta hormat orang tua dan guru, maka hal berikut yang dipikirkan adalah mencari template. Ada beberapa template dahsyat siap pakai namun agak memusingkan cara instalasinya. Tadinya mau cari template bertipe magazine, tapi karena bingung masang gambar dan hal-hal lain yang tentunya dikarenakan otak sang pemilik blog saat ini hanya memiliki massa sebesar kelereng bening, maka akhirnya diputuskan mending pake yang sudah fix aja. Maklumlah kemampuan menelusuri kode-kode php jelas nol besar, jadi lebih baik memanfaatkan apa yang ada dan apa yang gratis.
Setelah menggalakkan tim pelacak dengan menyusuri lembah Google, didapatkanlah template Langit yang dibangun oleh Eches yang asli Malaysia dan konon masih sodara serumpun. Sesuai namanya, Langit didominasi warna biru dengan sedikit polesan hitam disana-sini, sederhana tapi berkesan modern. Pokoknya gue banget. Heheh. Dengan wacana html secuil dan kemampuan bengong menatap monitor tanpa putus asa, akhirnya bisa juga sedikit demi sedikit merombak beberapa tampilan. Itu juga masih minta bantuan Pak Bos untuk nanya-nanya seputar file manager di ftp & control panel dan kirim imel ke En. Eches sendiri untuk menanyakan seputar templatenya.
Karena blog juga dipandang sebagai ajang menunjukkan kenarsisan tingkat tinggi, maka diperlukan foto paling tampan yang pernah dimiliki untuk dipajang di bagian atas blog. Ngakunya mirip Keanu Reeves tapi yang nongol gambar Crayon Shinchan kan gak lucu. Setelah berdebat dengan Soy Rusyo sang pakar telemitiki untuk memutuskan foto mana yang akan dipajang tanpa meninggalkan adat ketimuran, maka dipilihlah foto mlengeh ala kadarnya seperti yang sekarang terpampang. Sungguh sangat beruntung menurut metadata yang dimiliki bung Soy Rusyo, foto di atas juga bisa digunakan untuk mempercepat pengembangbiakan biri-biri. Entah bagaimana caranya karena bung Soy Rusyo sendiri sudah dikenal cuma bisa omdo.
Keuntungan lain dari kepemilikan hosting dan domain (apalagi yang gedenya segombreng) adalah kita bisa memiliki subdomain yang menempel ke domain awal. Misalnya sandradewitelanjang.shavens.com atau allaboutnudeceleb.shavens.com. Hihihi. Becandalah. Dari beberapa ide yang muncul setelah memiliki domain, ada satu cita-cita yang ingin diwujudkan. Apa itu? Yah pokoknya tunggu aja tanggal mainnya.
Apalagi yah?
Oh iya, kenapa posting pertama ini judulnya seperti di atas itu? Kalimat di atas adalah kalimat paling sakti yang ada di film Field of Dreams produksi tahun 1989 dan dimainkan oleh Kevin Costner, Ray Liotta dan James Earl Jones – film yang konon bisa menguras airmata pria macho sekalipun. Gak percaya? Coba Google aja. Tapi detail tentang itu bisa disusulkan ke post-post mendatang. I have a lot of time kok. Yang jelas, kalimat di atas cucok sekali disambungkan dengan soft opening shavens.com dan mereka yang baru saja menyaksikan film atau membaca buku The Secret karangan Rhonda Byrne.
Weh, memang ada korelasinya?
Ada.
Di The Secret kita diajarkan untuk menggunakan imajinasi guna membuka masa depan yang bisa dipastikan dengan berharap dengan sikap positif. Apa yang diinginkan pasti tercapai jika sungguh-sungguh mengharapkan dan mengesampingkan sikap negatif. Or sumthin’ like that.
“If you build it, he will come.”
Jika kamu membangun imajinasimu, maka dia akan datang. Siapa? Siapa yang akan datang? Kapan dia datang? Kalau sudah datang harus diberi hidangan apa? Apakah dia akan menginap atau langsung kabur bawa TV yang belum lunas kreditnya? Entahlah. Tapi paling tidak saya sudah mendapatkan beberapa impian yang menjadi kenyataan. Memiliki blog dan domain sendiri adalah keinginan saya sejak lama yang akhirnya terwujud. Impian selanjutnya tentu ada, dan impian itu sepertinya harus dipelihara dengan sikap positif. Doakan saya ya.
Eh.
Tapi sialnya, setelah blog dan semuanya siap – bahannya malah amblas. Gak tau mesti nulis apa. Mau dimonetize kok kemampuan masih kurang, mau dibikin spesifik nulis artikel tertentu kok malah kayaknya mubazir, wong kemampuan riset cuma cetek, yah mending jadi ajang cuap-cuap narsis gak tau malu aja ya. Nanti kalau udah jalan pasti ketemu bakal jadi apaan. Hihihi.
Pokoknya stick to the cause. “If you build it, he will come.”
That’s my intro.
Until next time.
Always shaven. Clean.
